RSS
Tampilkan postingan dengan label jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jaringan. Tampilkan semua postingan

Hardware Jaringan

Router : Router, digunakan untuk menyambung 2 jaringan yang berbeda. Sebagai contohnya, untuk menyambungkan antara LAN dengan Internet diperlukan adanya router sebagai jembatan dari 2 jaringan tersebut.

Kedudukan router biasanya diletakkan sesudah modem, kira-kira gambarannya adalah seperti ini.

Internet ----> Modem ----> Router ----> LAN



Router yang digambarkan diatas berfungsi sebagai gateway, sekaligus firewall.

Gateway : Gerbang penantian menuju internet. Masing-masing client/workstation dalam jaringan melewati gateway terlebih dahulu untuk menuju internet. Bisa digambarkan seperti ini :


Firewall : Biasanya dipasang diantara internet dan router. Firewall berfungsi sebagai tembok keamanan untuk jaringan dalam [ LAN ]. Didalamnya biasanya terdapat fasilitas, firewall, logging, snort. etc.

Contoh router phisik multifungsi seperti itu adalah Cisco Router. Tetapi saya lebih cenderung memakai alternatif router yaitu menggunakan Smoothwall. Karena smoothwall hanya memerlukan komputer butut yang sudah lama tidak terpakai dengan harddisk sekitar 300 mb, dan tentunya 2 lan card.
Smoothwall adalah distro linux khusus yang didesain untuk menangani masalah router, firewall, dan gateway. Selain itu Router pun digunakan untuk menyambungkan 2 LAN, yang berbeda subnet masknya. Lebih kearah Intranet.

Switch : Biasanya switch banyak digunakan untuk jaringan LAN token star.

Dan switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP ( Kategori 5/5e ) komputer yang satu dengan komputer yang lain. Dalam switch biasanya terdapat routing, routing sendiri berfungsi untuk batu loncat untuk melakukan koneksi dengan komputer lain dalam LAN.

Gambarannya adalah seperti ini :



Hub : Sama seperti switch, tetapi perbedaannya adalah hub tidak memiliki faslitas routing. Sehingga semua informasi yang datang akan dikirimkan ke semua komputer (broadcast)

Basic IP Addressing Ver 4 #Part 2, “Istilah-Istilah yang Mesti Dipahami”


* Nework Prefix / Netmask

Dua istilah ini hampir sama dan saling berhubungan. Digunakan untuk istilah lain untuk menyebut bagian IP Address yang menunjuk suatu jaringan secara lebih spesifik sama sepertihalnya Netmask. Hanya penulisannya yang berbeda. Contoh :

Nework Prefix : /24

Netmask : 255.255.255.0

Bentuk Binary : 11111111 . 11111111 . 11111111 . 00000000 = 24 bit 1

Bentuk Desimal : 255.255.255.0



Network Prefix : / 27

Netmask : 255.255.255.224

Bentuk Binary : 11111111 . 11111111 . 11111111 . 11100000 = 27 bit 1

Bentuk Desimal : 255.255.255.224



* Class Full

Adalah istilah penyebutan klasifikasi IP Address yang dikelompokkan pada kelas-kelas ( A, B, C, D dan E). Penggunaan class full ditandai pada netmask dan network prefix, Calass A : 255.0.0.0 /8, Class B : 255.255.0.0 /16, dan Class C : 255.255.255.0 /24.



* Class Less

Adalah istilah penyebutan ksaifikasi IP Address yang keluar dari kelas-kelas ( A, B, C, D dan E). Netmask dan network prefix di luar class full.



* Network ID (Net ID)

Adalah bagian binary yang menunjukkan bagaian dari network. Panjang Network ID tergantung pada dengan Network Prefic. Pada calss full contohnya sebagai berikut :

Class A :

Panjang Net ID hanya pada oktet pertama sisanya Host ID.

Net ID . Host ID . Host ID . Host ID

Class B :

Panjang Net ID pada oktet pertama dan kedua

Net ID . Net ID . Host ID . Host ID

Class C :

Panjang Net ID pada oktet pertama, kedua dan ketiga



* Host ID

Adalah bagian binary yang menunjukan bagaian host. Panjang Network ID tergantung pada dengan Network Prefic. (Contoh pada Net ID)



* IP Network

Adalah salah satu alamat IP yang tidak boleh dipakai di Host (komputer/device). IP Netwok menerangkan keseluruhan IP Address dalam sebuah jaringan.

Contoh : Pada Class Full : 192.168.1.0, 172.16.0.0, 10.0.0.0



* Range IP / IP Host

Adalah range atau jangkauan alamat IP yang dapat digunkan pada Host (komputer/device). Pada Class A jumlah alamat IP yang dapat digunakan adalah 16.777.214 alamat IP. Untuk Class B jumlah alamat IP yang dapat digunakan adalah 65.536 alamat IP. Dan pada Class C jumlah alamat IP yang dapat digunakan adalah 254 alamat IP.



* IP Broadcast

Adalah salah satu alamat IP yang juga tidak boleh dipakai di Host (komputer/device). IP Broadcast digunakan untuk keperluan pengiriman data/paket ke semua host dalam satu jaringan (Broadcast).

Contoh : Pada Class Full : 192.168.1.255



* IP Loop Back

Adalah salah satu alamat IP yang juga tidak boleh dipakai di host (komputer/device). IP loop back digunkan untuk mengecek koneksi ke local house. IP loop back yaitu 172.0.0.1 juga digunkan untuk mengecek Network Interface Card (NIC) yang ada di komputer.



* Subnating

Subnating adalah pembagian jaringan yang besar menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil. Tujuan subneting adalah untuk menyederhanakan jaringan, menghemat IP dan menambah sekuritas jaringan.

TCP/IP


TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack

Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.

Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.

Arsitektur
Arsitektur TCP/IP diperbandingkan dengan DARPA Reference Model dan OSI Reference Model

Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan dalam diagram, TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis. Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Setiap lapisan yang dimiliki oleh kumpulan protokol (protocol suite) TCP/IP diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing. Protokol utama dalam protokol TCP/IP adalah sebagai berikut:

* Protokol lapisan aplikasi: bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).

* Protokol lapisan antar-host: berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).

* Protokol lapisan internetwork: bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).

* Protokol lapisan antarmuka jaringan: bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM)).

Pengamatan

Protokol TCP/IP menggunakan dua buah skema pengalamatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah komputer dalam sebuah jaringan atau jaringan dalam sebuah internetwork, yakni sebagai berikut:

* Pengamatan IP: yang berupa alamat logis yang terdiri atas 32-bit (empat oktet berukuran 8-bit) yang umumnya ditulis dalam format www.xxx.yyy.zzz. Dengan menggunakan subnet mask yang diasosiasikan dengannya, sebuah alamat IP pun dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni Network Identifier (NetID) yang dapat mengidentifikasikan jaringan lokal dalam sebuah internetwork dan Host identifier (HostID) yang dapat mengidentifikasikan host dalam jaringan tersebut. Sebagai contoh, alamat 205.116.008.044 dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask 255.255.255.000 ke dalam Network ID 205.116.008.000 dan Host ID 44. Alamat IP merupakan kewajiban yang harus ditetapkan untuk sebuah host, yang dapat dilakukan secara manual (statis) atau menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) (dinamis).

* Fully qualified domain name (FQDN): Alamat ini merupakan alamat yang direpresentasikan dalam nama alfanumerik yang diekspresikan dalam bentuk ., di mana mengindentifikasikan jaringan di mana sebuah komputer berada, dan mengidentifikasikan sebuah komputer dalam jaringan. Pengalamatan FQDN digunakan oleh skema penamaan domain Domain Name System (DNS). Sebagai contoh, alamat FQDN id.wikipedia.org merepresentasikan sebuah host dengan nama "id" yang terdapat di dalam domain jaringan "wikipedia.org". Nama domain wikipedia.org merupakan second-level domain yang terdaftar di dalam top-level domain .org, yang terdaftar dalam root DNS, yang memiliki nama "." (titik). Penggunaan FQDN lebih bersahabat dan lebih mudah diingat ketimbang dengan menggunakan alamat IP. Akan tetapi, dalam TCP/IP, agar komunikasi dapat berjalan, FQDN harus diterjemahkan terlebih dahulu (proses penerjemahan ini disebut sebagai resolusi nama) ke dalam alamat IP dengan menggunakan server yang menjalankan DNS, yang disebut dengan Name Server atau dengan menggunakan berkas hosts (/etc/hosts atau %systemroot%\system32\drivers\etc\hosts) yang disimpan di dalam mesin yang bersangkutan.

Setting Network on Linux



LAN

Dengan semakin meningkatnya penggunaan perangkat komputer dan Open source di masyarakat umum ,namun pengguna sering kesulitan menggunakan linux untuk multimedia dan seting network setelah melakukan instalasi . walaupun sekarang Linux sudah banyak yang memiliki User interface yang familiar seperti Gnome yang sudah bisa open new tab serta KDE4 yang memiliki tampilan lebih baik ketimbang Os buatan Microsoft. Karena Linux merupakan System Oprasi opensource maka kita akan melakukan penyetingan network menggunakan 2 cara yaitu menggunakan perintah dan mengedit file konfigurasi network nya .

1. Setting Network with command
untuk melakukan penyetingan ip addres pada linux kita bisa menggunakan perintah ifconfig , sebelum melakukan setingan kita harus melihat NIC(network Interface card) yang terdeteksi pada komputer kita dan jangan lupa anda harus sebagai user root untuk melakukan setingan ini .
view source
print?
1ifconfig -a

hasilnya
view source
print?
01 eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0C:29:87:A4:4F
02 BROADCAST MULTICAST MTU:1500 Metric:1
03 RX packets:13335 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
04 TX packets:8 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
05 collisions:0 txqueuelen:1000
06 RX bytes:966223 (943.5 KiB) TX bytes:4720 (4.6 KiB)
07 Interrupt:16 Base address:0x2000
08
09 lo Link encap:Local Loopback
10 inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
11 UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
12 RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
13 TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
14 collisions:0 txqueuelen:0
15 RX bytes:0 (0.0 b) TX bytes:0 (0.0 b)

nah dari perintah diatas ditunjukan bahwa NIC kita terdeteksi sebagai eth0 . nah kita bisa memberikan alamat ip address pada NIC kita dengan perintah
view source
print?
1 Perintah :
2 ifconfig [NIC] [IP_ADDRESS] netmask [NETMASK_NYA]
3 Contoh :
4 ifconfig eth0 192.168.123.25 netmask 255.255.255.0

setelah mengetikan perintah tersebut , anda bisa melakukan pengecekan apakah ip address anda sudah berubah dengan perintah yang sama saat anda melihat NIC . setelah kita melakukan seting ip address maka kita bisa menambahkan gateway , jika pada jaringan LAN kita memiliki gateway .
view source
print?
1 Perintah :
2 route add default gw [IP_GATE_WAY]
3 Contoh :
4 route add default gw 192.168.123.1

setelah selesai maka pada tahap ini seting network telah selesai , namun jika anda masih memiliki beberapa setingan lain seperti DNS kita bisa juga menambahkanya . seperti pada Windows sebuah NIC bisa memiliki lebih dari satu alamat IP address dan memiliki gateway juga . nah sebagai tambahan saya akan menerangkannya sedikit .
Untuk menambahkan DNS pada komputer kita dengan perintah :
view source
print?
1 Perintah:
2 echo "nameserver [ip_DNS] >> [LETAK_FILE_CONFIGURASI]"
3 Contoh:
4 echo "nameserver 10.14.203.7" >> /etc/resolv.conf

untuk pemberian ip address yang lain pada NIC yang sama kita bisa menggunakan alias ,dimana alias ditulis dengan menuliskan NIC terlebih dahulu kemudian diikuti dengan angka yang dimulai dari 0 (nol) , sebagai contoh : eth0:0 , eth0:1 , eth0:2 , dan seterusnya sesuai dengan banyak nya alias yang ingin kita tambahkan . untuk permberian gateway juga sama , dengan menambahkan alias pada akhir perintah
view source
print?
1 Perintah :
2 ifconfig [NIC_ALIAS] [IP_ADDRESS] netmask [NETMASK_NYA]
3 Contoh:
4 ifconfig eth0:0 172.18.5.25 netmask 255.255.0.0
5 ifconfig eth0:1 10.14.10.25 netmask 255.0.0.0

Pada pemberian Alamat Gateway
view source
print?
1 Perintah :
2 route add default gw [IP_GATE_WAY] [NIC_ALIAS]
3 Contoh :
4 route add default gw 172.18.5.1 eth0:0
5 route add default gw 10.14.10.1 eth0:1

sebenarnya perintah settingan diatas bersifat sementara , settingan akan hilang jika komputer direstart kecuali pada setting penambahan alamat DNS . agar settingan tidak berubah maka kita harus mengubah file konfigurasinya ,cara ini akan kita bahas pada bagian berikutnya makanya jangan kemana mana setelah pesan pesan berikut . eh becanda.....??

2.Edit File Configuration
Pada beberapa Distro Linux , file konfigurasi memiliki letak yang berbeda . Untuk slackware dan turunannya letak file konfigurasi network terletak pada /etc/rc.d/rc.inet1.conf sedangkan untuk Debian dan turunannya seperti Ubuntu terletak pada /etc/network/interfaces . untuk melakukan perubahan kita bisa menggunakan text editor seperti mc , vim , pico ,kate , gedit dan masih banyak lagi.
kita akan melakukan setting pada slackware dengan perintah
view source
print?
1 vim /etc/rc.d/rc.inet1.conf

isi dari file tersebut adalah sebagai berikut
view source
print?
01 # Config information for eth0:
02 IPADDR[0]=""
03 NETMASK[0]=""
04 USE_DHCP[0]=""
05 DHCP_HOSTNAME[0]=""
06
07 # Config information for eth1:
08 IPADDR[1]=""
09 NETMASK[1]=""
10 USE_DHCP[1]=""
11 DHCP_HOSTNAME[1]=""
12
13 # Default gateway IP address:
14 GATEWAY=""

untuk setting kita bisa menambahkan sesuai dengan ketentuan , setting disesuaikan dengan LAN pada jaringan kita dan NIC yang terdeteksi . Contoh konfigurasi :
view source
print?
01 # Config information for eth0:
02 IPADDR[0]="192.168.123.25"
03 NETMASK[0]="255.255.255.0"
04 USE_DHCP[0]=""
05 DHCP_HOSTNAME[0]=""
06
07 # Config information for eth1:
08 IPADDR[1]=""
09 NETMASK[1]=""
10 USE_DHCP[1]=""
11 DHCP_HOSTNAME[1]=""
12
13 # Default gateway IP address:
14 GATEWAY="192.168.123.1"

setelah di setting maka kita save hasil konfigurasi tersebut dan kemudian restart lah ethernet/NIC nya , dimana letak file nya terdapat pada /etc/rc.d/rc.inet1 . maka perintah tersebut dijalankan :
view source
print?
1 /etc/rc.d/rc.inet1 restart

sedangkan pada Ubuntu , kita juga bisa melakukan hal yang sama walaupun ada sedikit perbedaan .
view source
print?
1 vim /etc/network/interfaces
view source
print?
1 auto lo
2 iface lo inet loopback
3
4 iface eth0 inet static
5 address
6 netmask
7 gateway
8
9 auto eth0

sekarang di ubah sesuai dengan jaringan LAN anda
view source
print?
1 auto lo
2 iface lo inet loopback
3
4 iface eth0 inet static
5 address 192.168.123.25
6 netmask 255.255.255.0
7 gateway 192.168.123.1
8
9 auto eth0

setelah di setting sekarang di save dan restart ethetnet nya.
view source
print?
1 /etc/init.d/networking restart

nah itu adalah beberapa cara untuk melakukan setting network pada linux, semoga tulisan ini memberi manfaat .

Setting Modem ADSL (Speedy)

Untuk bisa tersambung ke internet resmi, sebelumnya Anda harus berlangganan Provider Internet (contohnya : Speedy), Anda dapat mendaftarkan diri anda ke:

Plasa Telkom terdekat.
Telepon ke TELKOM 147 (Contact Centre).
Yang disiapkan Telkom
Dengan memilih Speedy sebagai solusi kebutuhan akses internet Anda maka anda akan mendapatkan Layanan dari TELKOM sbb :

Instalasi spliter di customer premises (sisi rumah pelanggan).
Garansi Kecepatan Akses Internet sampai dengan Broadband RAS.
Garansi Kecepatan Akses Internet sampai dengan Broadband RAS
Akses Internet melalui ISP TELKOMNET

Internet setting atau Setting modem dapat dilakukan melalui browser diantaranya dengan mengakses alamat http://192.168.1.1, atau melalui CD installer sesuai dengan buku manualnya.
Setelah masuk ke menu setting maka masukkan parameter berikut :
VPC Configuration :
VCI = 35
VPI = 0
Service Category = UBR Without PCR
Connection type = PPPoE
Encapsulation = LLC

Langkah pertama Internet setting adalah melakukan setting di komputer untuk akses ke layanan SPEEDY.
Untuk setting di komputer dilakukan sesuai dengan operating system yang dipakai di komputer pelanggan, disini yang dibahas khusus untuk Windows XP.

Lakukan network setting di PC (computer) sbb :
Start – Control Panel – Network Connection, sehingga keluar menu berikut ini :
Arahkan kursor pada Local Area Connection yang aktif, kemudian klik kanan dan pilih properties.kemudian pilih menu Internet Protocol (TCP/IP) dan klik 2X, maka akan muncul menu General.Pilih Obtain an IP Address Automatically kemudian pilih Use the Following DNS Server Addresses dan isikan nomor IP nya dengan 202.134.1.10 pada Preferred DNS Server, dan untuk alternate DNS server isi dengan 202.134.0.155 kemudian tekan tombol OK.
Setting di windows XP sudah selesai dilakukan.
Kemudian lakukan setting modem sesuai merk dan jenis modem ADSL yang telah dipilih (lihat buku petunjuk operasional modem masing-masing atau hubungi technical support merk modem yang bersangkutan). Pada saat akan melakukan koneksi ke jaringan SPEEDY, isikan username dan password yang tercetak di SPEEDY-Broadband card.

Langkah kedua Internet setting adalah melakukan instalasi Modem ADSL untuk SPEEDY.

Panduan instalasi modem ini digunakan pada instalasi awal koneksi ke SPEEDY. Saat ini modem ADSL yang dijual di pasaran ada 2 macam yaitu menggunakan kabel USB dan Ethernet.

Berikut langkah-langkah instalasi modem sesuai dengan kabel koneksi yang digunakan.

Instalasi modem menggunakan kabel USB.

Lakukan pengecekan kelengkapan buku manual dan CD installer, ketika membeli modem. CD installer umumnya disertakan pada modem yang menggunakan kabel USB.

Masukkan CD Installer
Ikuti petunjuk yang tampil di window sampai selesai.
Kemudian hubungkan kabel USB ke PC.
Selanjutnya PC akan mendeteksi adanya hardware baru dan siap digunakan.

Panduan instalasi Dial Up koneksi ADSL menggunakan Windows 2000:

Klik Start, klik Setting,klik Control Panel
Klik Network and Dial Up Connections
Klik Make New Connection, klik Next
Klik Dial Up to the Internet
Klik I want to setup my internet manually, klik Next
Klik I connect through a phone line and a modem klik Next
Pilih dan klik modem ADSL yang sesuai
Isi username : 15xxxxxxxxxx@telkom.net (terdapat di lembar password anda)
Password : ******* (terdapat di lembar password anda)
Klik OK dan Lanjutkan sesuai perintah yang muncul
Klik Finish
Panduan instalasi Dial Up koneksi ADSL menggunakan Windows Xp:

Klik Start, klik Setting, klik Control Panel.
Klik Network Connection
Klik Create a New Connection, klik Next.
Klik Connect to the Internet, klik Next
Klik Setup my connection manually, klik Next
Klik Connect Using Dial Up, klik Next
Klik modem ADSL yang sesuai, klik Next
Isi username : 15xxxxxxxxxx@telkom.net (terdapat di lembar password anda)
Password : ******* (terdapat di lembar password anda)
Confirm password : ******* (terdapat di lembar password anda)
kemudian beri tanda √ pada pilihan “Add a shortcut to the desktop screen”
Klik Finish

Instalasi modem menggunakan kabel Ethernet (kabel LAN).

Lakukan pengecekan kelengkapan komponen modem seperti modem, power supply dan adaptor, petunjuk pemakaian, CD installer (bila ada), dan kabel-kabel untuk koneksi ke modem, PC serta line (jaringan telepon).
Sambungkan kabel ethernet dari modem ke PC.
Untuk setting Pilih IPDHCP untuk mendapatkan IP dari modem, dengan cara :

K lik Start, klik Setting, klik Control Panel

Klik Network and Dial Up Connection
Klik kanan Local Area Connection
Klik Disable, Klik kanan Local Area Connection, Klik Properties
Klik Internet Protocol (TCP/IP)
Klik Obtain an IP address automatically
Klik Obtain DNS server address automatically, klik tombol OK dua kali (2x)
Klik kanan Local Area Connection
Klik Enable
Lakukan pengecekan IP dengan Klik Start, klik Run, Klik cmd, Klik OK
Lakukan browsing ke IP modem ADSL : 10.0.0.2 atau 192.168.x.x (optional tergantung tipe modem)
Lakukan pengecekan saluran modem, dengan cara Ping 10.0.0.2 atau 192.168.x.x
Koneksi antara modem dengan PC sudah berjalan normal, dilanjutkan melakukan konfigurasi modem ADSL, dengan cara:
Buka Mozilla Firefox atau browser lainnya.
Ketik alamat http://192.168.1.1 atau http://192.168.x.x (optional tergantung tipe modem)
Lakukan setting instalasi modem ADSL sesuai dengan buku manual
Parameter koneksi SPEEDY di Jawa Timur:

Related posts:

1. Setting Jaringan Warnet Berbasis Windows XP dan ADSL Modem (pada Speedy) Kemampuan untuk melakukan Instalasi dan setting untuk sebuah Warung Internet...
2. Panduan setting koneksi PPPoE mengunakan modem ADSL Router Untuk modem ADSL yang juga bisa berfungsi sebagai router, koneksi...
3. Cara Setting Dial Up Pakai Modem Hp Install Modem Handphone 1. Tentukan HP yang akan anda pakai....
4. Setting Wireless Router Untuk setting waireless router langkah mudahnya seperti berikut ini: 1....
5. Remote Komputer dari Mana pun via internet Banyak aplikasi Remote Desktop yg tersedia di Internet, Seperti RADMIN,...

Setting DNS

DNS server dan layanan nya adalah sangat vital dalam suatu infrastructure jaringan dalam suatu bisnis atau enterprise. Untuk itu setting DNS dengan benar adalah sangat penting sekali.

Tujuan utama dari design layanan DNS dengan setting DNS yang bagus adalah layanan yang berkesinambungan tanpa putus, performa yang cepat, dan traffic minimum jika melewati jaringan WAN (lihat juga teknologi WAN), system keamanan yang kuat, dan perawatan administrasi minimum dan sederhana. Dan juga diperlukannya layanan server Primary dan Secondary DNS adalah sebagai fault tolerance, dalam arti saling melengkapi jika salah satu tidak berfungsi. Baca juga artikel sebelumnya menbahas singkat mengenai server DNS dan juga desin solusi Cluster.

Jika anda mempunyai DNS server dari Windows 2000; anda bisa mempertahankan konfigurasi setting DNS server yang ada sekarang dan juga zona file dengan jalan upgrade ke Windows server 2003. Upgrade bisa dimulai dari primary server terlebih dahulu kemudian upgrade secondary server.

Sebelum melakukan setting DNS server, checklist berikut ada baiknya dilakukan terlebih dahulu sebelum membangun DNS server.

* Luangkan waktu terlebih dahulu untuk merencanakan layout DNS domain namespace nya dan penamaan konvensinya tentunya sesuai dengan kebutuhan dan disetujui oleh semua fihak terkait.
* Jika sekarang ini anda mempunyai infrastructure DNS, perlu diputuskan bagaimana akan di integrasikan. Dan anda juga harus memutuskan apakah anda akan menggunakan WINS forwarding jika anda mempunyai WINS.
* Apakah anda akan menggunakan root hints, forwarders, atau kombinasi keduanya dalam me-resolve internet?
* Untuk memaksimalkan ketersediaan dan meminimalkan traffic WAN anda perlu memikirkan dimana saja server DNS akan diletakkan.
* Keputusan harus diambil apakah anda akan menggunakan standard primary dan secondary DNS atau Zone integrated dengan Active Directory. Jika menggunakan Zone integrated Active Directory perlu diletakkan di lokasi yang sangat strategis untuk mendukung name resolution.
* Anda harus mempertimbangkan jika anda ingin mensupport updates resource record secara dynamis dan memberikan keamanan update dengan jalan integrasi zone kedalam Active Directory.
* Apakah anda juga akan memberikan name services pada zones public dengan jalan meletakkan DNS server pada DMZ, atau mendapatkannya dari ISP saja?
* Anda juga harus memutuskan jika anda memberikan name resolution dibelakang firewall untuk domain DNS diluar termasuk extranets dan koneksi bisnis fihak ketiga lainnya. Conditional forwarding atau Stub zones dapat digunakan untuk meresolusi address kedalam name host untuk koneksi ini.

Begitu anda selesai mendesign DNS anda bisa mulai melakukan konfigurasi dan setting DNS server.

Setting DNS Service pada Windows Server 2003

Siapkan CD-ROM Windows Server 2003 saat instalasi DNS server, dan ikuti prosedur berikut ini.

1. Buka Add/Remove Program dari Control Panel
2. Untuk memunculkan Windows komponen wizard klik Add/Remove Windows Components
3. Arahkan ke Networking Services dan klik Details untuk membuka Windows Networking Services.
4. Pilih Domain Name System (DNS) dan klik OK untuk menyimpan perubahan dan kembali ke Windows Components window dan klik Next.
5. Klik Finish dan tutup windows.

Sampai sini anda bisa memulai konfigurasi zones.

Setting DNS Forward Lookup Zone

Kita gunakan saja SecureNetwork.Com sebagai forward lookup zone pertama dan sebagai root dari namespace domain DNS.

Catatan: DNS services start secara automatis saat booting, akan tetapi kita juga bisa men-start dan men-stop service DNS menggunakan DNS console atau kita juga bisa menggunakan net start dns dari command line untuk men-start layanan DNS atau net stop dns untuk menghentikan layanan DNS.

Setting DNS untuk membuat suatu Forward Lookup Zone

1. Click menu Start => Programs => Administrative Tools => DNS untuk membuka console DNS. Pada alur DNS menunjukkan Local server dan dua cabang kosong untuk forward dan reverse lookup zones
2. Klik kanan Forward Lookup Zone icon dan pilih New Zone dari menu untuk membuka New Zone Wizard.
3. Click Next untuk membuka Zone Type window, dan pilih saja pilihan defaultnya Primary Zone dan hilangkan contrengan opsi Store the Zone in Active Directory. Klik Next dan kemudian ketik nama Zone.
4. Klik Next untuk membuka window Zone File. Nama file Zone seharusnya sama klop dengan suatu extension .DNS. jika anda mempunyai file zone sekarang ini, anda bisa mengimportnya saat ini dengan opsi Use This Existing File.
5. Click Next untuk membuka Dynamic Update window dan pilih opsi update. Jika anda menggunakan Active Directory Integrated Zones, maka opsi Allow Secure Dynamic Update akan tersedia.
6. Click Next untuk menyelesaikan Setting Up DNS untuk konfigurasi Forward Lookup Zone.

Zone baru akan tersedia sebagai folder dibawah ikon Forward Lookup Zones pada sisi kiri windows. Jika ikon zone dipilih, resource record yang ada akan ditampilkan seperti terlihat pada sisi kanan window pada gambar dibawah ini.

186-forward-lookup

Setting Up DNS untuk Reverse Lookup Zone

Untuk segala request SRV dan A record dihandel oleh forward lookup zone. Ini adalah query jika anda mengetahui IP address dan memerlukan nama host. Procedure berikut akan membimbing anda dalam setting DNS untuk membuat Reverse Lookup Zone.

1. Klik kanan ikon Reverse Lookup Zone dan pilih NEW ZONE untuk memulai New Zone Wizard.
2. Click Next untuk membuka Zone Type window. Pilih saja default pilihan Primary Zone. Untuk membuat primary zone, hilangkan contrengan opsi Store the Zone in Active Directory.
3. Click Next untuk membuka Reverse Lookup Zone window. Dibawah Network ID, masukkan porsi network dari subnet zone yang akan dilayani misal jaringan 10.x dengan subnet mask 16 bit, sehingga isian akan tampak sebagai 10.1 dengan dua octet terakhir kosong. Setiap nomor unik pada octed kedua memerlukan reverse lookup zone terpisah.

186-reverse-lookup
4. Click Next untuk membuka Zone File window dan biarkan saja default setting nya. Nama zone seharusnya klop dengan suatu .DNS extension. Jika anda mempunyai file zone yang sekarang ada, anda bisa mengimport pada saat ini, dengan opsi Use This Existing File.
5. Click Next untuk membuka Dynamic Update window dan pilih opsi update anda. Jika anda men-design Active Directory Integrated zones, maka opsi Allow Only Secure Dynamic Updates akan tersedia.

Setting Jaringan Warnet super Speedy diWindows XP

Kemampuan untuk melakukan Instalasi dan setting untuk sebuah Warung Internet (Warnet) selama ini dianggap hanya dimiliki oleh mereka yang sudah lama berkecimpung didunia IT Administrator. Dengan mematok biaya yang cukup lumayan mereka bersedia membantu kita dalam membangun sebuah Warnet yang hendaknya akan kita gunakan sebagai Unit Produksi. Ketidaktahuan tentang bagaimana sebuah sistem jaringan dapat berjalan lancar adalah alasan utama kita untuk terus menggunakan tenaga mereka. Berangkat dari keadaan tersebut maka saya menuliskan panduan ini. Sengaja dibuat dengan menampilkan langkah demi langkah agar dapat dimengerti dan dipahami bahkan oleh seorang yang sama sekali belum mengenal jaringan.Pada panduan ini akan dibahas instalasi dan setting untuk sebuah warnet yang memiliki 1 server & 12 client seperti terlihat pada gambar di bawah ini:

Persiapan Hardware & Software
Hendaknya sebelum kita melaksanakan instalasi jaringan, terlebih dahulu kita mempersiapkan Hardware & software yang akan tersambung di dalam lingkup jaringan tersebut. Beberapa langkah persiapan yang diperlukan adalah :
1. PC Server, spesifikasi minimal yang disarankan :
a. Hardware :
· MotherBoard : P4 3,0 sudah cukup
· Ram : 1 Ghz atau sesuai selera
· Harddisk : 80 GB atau sesuai selera
· NIC / LAN Card : 10/100 Mbps
· Vga 64 Mb
· Drive : DVD / CD Writer
· Spesifikasi lain : Optional
b. Software :
· Windows XP SP2 kalau isa yang ori (Kalau ngk mau kena Swipping pihak Microsoft) Hehehehheheheeh
· Bandwith Controller / Manager
· Billing System Explorer
· Anti Virus yang Free
· Firewall
· Anti Spyware, Malware, Adware
2. PC Client
a. Hardware :
· MotherBoard : P 4 atau selera anda
· Ram : 256 MB
· Harddisk : 40 Ghz
· VGA Card : Optional untuk Game
b. Software :
· Windows XP SP2
· Browsing Tools :
1. Internet Explorer
2. Mozilla FireFox (Free)
3. Opera
4.Saffari
· Chatting Tools :
1. Yahoo Messenger (Free)
2. MSN Live Messenger
3. MiRC
4. ICQ
5.Google talk
· Game Online, Example:
1. Warcraft III
2. Ragnarok Online
3. Diablo II, dsb
· Adobe Reader (Free) ( Foxit reader)
· 7 Zip
· Winamp (Free)
· Irvan View
· Open Office
· Billing System, dsb
Sistem Operasi Windows memang sangat mahal, untuk itu kita bisa mensiasatinya dengan membeli CPU second Built-up dari luar negeri yang masih bagus. Biasanya selain kualitasnya lebih tinggi dari pada CPU rakitan, CPU Built-up dari luar negeri juga sudah dilengkapi dengan, Sistem Operasi Standar Windows.

3. Hub / Switch / Router
Merupakan alat yang digunakan untuk membagi koneksi internet dari PC server ke PC
Client. Pilihan antara Hub / Switch / Router ditentukan oleh kemampuan koneksi yang
ingin dihasilkan, dan tentu saja di sesuaikan dengan dana yang tersedia. Pada studi
kasus kita kali ini saya akan menggunakan Switch sebagai pembagi koneksi internet.
4. Modem
Modem adalah sebuah device yang digunakan sebagai penghubung dari sebuah PC atau
jaringan ke Penyedia Layanan Internet (Internet Service Provider / ISP). Penggunaan
Modem yang akan di bahas kali ini adalah modem jenis ADSL. Modem jenis ini
biasanya digunakan oleh ISP Telkomspeedy. Untuk jenis modem ADSL itu sendiri bisa
dipilih berdasarkan kebutuhan. Kali ini penulis mengambil contoh ADSL LynkSys AM
300 yang hanya mempunyai 1 (satu) port saja sebagai Dialup Device.
Setting Modem ADSL Eksternal
Berikut adalah langkah yang harus dilakukan untuk memastikan PC Server terhubung ke
internet :
1) Buka Internet Explorer anda dan ketikan alamat berikut : 192.168.1.1 (biasanya adalah
alamat IP default bagi Modem).
2) Setelah muncul jendela login isikan username: admin Password: admin, atau sesuai
dengan user guide yang terdapat pada saat pembelian Modem.
3) Isikan sesuai dengan yang tertera pada gambar berikut, kecuali user name dan password yang masing-masing berbeda sesuai dengan yang didapat dari ISP.
4) Pengisian selanjutnya adalah untuk mengijinkan DHCP Server enable/disable,
sebaiknya dipilih Option Enable agar kita tidak direpotkan dengan urusan menyetel satu
demi satu IP Client. Karena fasilitas ini mempunyai kemampuan untuk mensetting IP
Client secara otomatis.
5) Untuk pengisian Time Zone dilakukan sesuai dengan domisili anda tinggal. Dan untuk
time server settingan yang tertera pada gambar adalah settingan yang saya
rekomendasikan.
6) Jika kita ingin mengganti modem username & password kita dipersilahkan untuk
melalukannya pada option berikut :
7) Status Koneksi kita bisa kita pantau pada tabs status (gambar), sebetulnya alamat IP
kita tertera pada bagian bawah layar. Tidak saya tampilkan dengan alasan keamanan.
Setelah semua tersetting dengan baik langkah pengujian yang bisa kita lakukan adalah
dengan membuka Internet Explorer kita, lalu masuk ke salah satu alamat WEB yang
mudah diloading. Contoh : Http://www.google.co.id/ lalu untuk pengetesan kecepatan
bisa dilakukan melalui beberapa situs yang menyediakan layanan pengukuran
Bandwith, contoh: http://www.sijiwae.net/speedtest/ .
Sinkronisasi
Setelah hubungan antara PC server dan koneksi internet dapat berjalan lancar langkah
selanjutnya adalah sinkronisasi. Agar semua komputer dapat tersinkronisasi secara benar, berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan :
1) Sinkronisasi Nama Komputer / PC dan Nama Work Group dilakukan dengan cara
sebagai berikut :
a. Menampilkan Task Control System

b. Pada Tab Computer Name klik Change untuk mengubah nama komputer dan
nama WorkGroup. Nama komputer sebaiknya diurutkan sesuai dengan nomor
Clientnya untuk memudahkan kita mengingat masing-masing nama komputer,
nama masing-masing PC tidak boleh sama. Namun untuk nama Workgroup
harus lah dibuat sama untuk semua Client dan juga Server.

c. Setelah nama PC kita ganti langkah selanjutnya adalah mengganti Network ID
dengan cara mengeklik Tab Network ID pada task Control System tadi.
i. Pada pertanyaan How Do You Use This Computer pilihlah option This Computer is part of a business network, kemudian Klik Next.

ii. Pada Option selanjutnya pilihlah Network without a Domain.

iii. Selanjutnya isikan nama WorkGroup sesuai dengan nama WorkGorup yang kita isikan pada waktu mengganti nama PC pada langkah (b) tadi.

iv. Selanjutnya Klik Next dan kemudian Finish. Tunggu beberapa saat hingga komputer selesai melakukan pergantian Network ID dan lakukan restrat System Operasi / Reboot.
2) Sinkronisasi Waktu / Jam dilakukan dengan menempuh langkah sebagai berikut:
a. Double klik tampilan jam yang ada pada sudut kiri bawah desktop anda.
b. Pilihlah tabs Internet Time => Update Now

c. Tunggu beberapa saat hingga terdapat statement berikut : The time has ben
succesfully Synchronized.
d. Jika yang tampil adalah statement error, maka ulangi klik Update Now hingga
berhasil menyamakan waktu PC anda dengan server Windows.
e. Jika Update berhasil, namun jam yang ditampilkan tidak sama, maka kesalahan
mungkin terjadi pada Time Zone untuk wilayah WIB wilayah waktunya adalah
GMT + 07.00 Bangkok, Hanoi, Jakarta sedangkan untuk WITA adalah
GMT+08.00 Perth dan WIT dengan GMT + 09.00 Seoul.

Internet Connection Sharing (ICS)
Sampai dengan tahap ini PC yang terkoneksi keinternet hanyalan PC server saja. Untuk
memberikan akses bagi PC client agar mempunyai akses ke internet kita perlu mengaktifkan Internet Connection Sharing yang kita miliki pada PC server. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1) Buka Jendela Network Connection yang terdapat pada Control Panel. Lalu klik kanan
pada Koneksi aktif kita ke internet => pilih Properties.

2) Pada tabs Advanced aktifkan option Allow other network users to connect through this
computer’s Internet Connection.
3) Setelah Koneksi Internet berhasil di sharing maka akan muncul 2 buah macam koneksi. Sebaiknya ganti nama masing-masing koneksi tersebut agar mudah membedakan antarakoneksi yang terhubung ke Modem dengan Koneksi yang terhubung ke Switch dengan cara me-rename masing-masing koneksi tersebut.

4) Jika kita buka properties pada koneksi yang terhubung ke Switch, pada tabs support
terdapat alamat IP yang akan menjadi default Gateway bagi PC Client yang akan
terhubung melalui PC Server (192.168.0.1).

Network Setup
Langkah-langkah yang kita lakukan tadi hanyalah untuk memberikan izin bagi PC Client agar dapat mengakses Internet. Untuk mengaktifkan Izin tersebut dilakukan dengan cara mensetup Network / Jaringan yang kita miliki. Langkah pengerjaannya adalah sebagai berikut :
1) Buka Network Setup Wizard yang terdapat pada Control Panel. Lalu lakukan langkah
seperti pada gambar. (pastikan Koneksi ke internet dalam keadaan hidup).

2) Pada pilihan select a Connection Method pilih yang Connect Directly to the Internet
untuk PC server dan bila melakukan settingan pada PC Client plihlah Option Connect to
the internet through a residental gateway.

3) Option Berikut meminta kita menentukan koneksi yang mana yang akan kita gunakan
untuk melakukan dial-up ke Internet. Pilihlah koneksi yang tersambung ke Modem.
Pilihan ini tidak ada pada saat kita melakukan setting di PC Client.

4) Isikan Computer Name sesuai dengan nama yang telah kita berikan tadi, lalu isikan
Computer Description jika anda inginkan (Optional / tidak diisi tidak berpengaruh).

5) Isi Nama Workgroup sesuai dengan nama yang telah kita tentukan sebelumnya. Perlu
saya ingatkan kembali bahwa nama workgroup sebaiknya sama untuk semua komputer
agar langkah setting lebih mudah.

6) Pilihlah option Turn On File and Printing Sharing pada task selanjutnya.

7) Setelah settingan pada jendela log kita anggap benar klik next untuk menjalankan /
Mengaktifkan settingan yang telah kita buat tadi.

Tunggu beberapa saat hingga komputer selesai menyesuaikan dengan settingan
barunya.

9) Pilih option just finish wizard, lalu klik Next = > Finish. Biasanya PC akan otomatis
reboot setelah menyelesaikan prosedur tadi.

Langkah yang sama kita lakukan pada semua PC Client. Perbedaan cara setting antara PC
Server dan PC Client hanyalah terletak pada point 2 dan point 3.
Setelah menyelesaikan langkah settingan tersebut pada PC Client lakukanlah pengetesan
koneksi dengan cara yang sama dengan PC Server, yaitu mengunjungi alamat situs yang mudah di Loading dan mengetes kecepatan koneksi. Bila koneksi yang ada dirasa terlalu lambat silahkan lakukan pengecekan pada settingan Network tadi apakah ada Option yang salah atau tidak, dan juga lakukan pengecekan pada koneksi perkabelan apakah suda terposisikan dengan baik atau belum.
Sampai dengan langkah ini semua PC Client bisa terhubung dengan bebas ke Internet selama PC Server menghidupkan Koneksinya. Untuk membatasi penggunaan pada PC Client adal beberapa pilihan. Yang pertama adalah membuat list user dari Computer Client, user mana yang mempunyai hak untuk mengakses internet yang mana yang tidak diizinkan untuk mengaksesnya. Settingan tersebut biasanya digunakan di perkantoran. Sedangkan untuk warnet, pembatasan akses biasanya dilakukan dengan menginstalkan program billing pada C Server dan PC Client. Untuk produk billing dalam negeri sudah terdapat beberapa pengembang program diantaranya adalah www.billingexplorer.com dan www.indobilling.com untuk keperluan setting billing ini silahkan menghubungi pengembangnya masing-masing.

Selamat mencoba. . . . .

cara setting jaringan LAN

mow Teu crana,?bca dri ea. . .
1. Lepaskan semua kabel2 power supply yang terhubung ke Motherboard, harddisk, Floppy (kalo da), n CD-ROM
2. Terus, tes apakah PS (Power Supply) jalan ato kgg, kita bisa men-jumperkannya antara kabel warna ijo dengan item. Untuk nge-jumperinnya kita bisa pake kawat ato kabel, asal jangan tiang listrik z ^_^
3. Kalo PS udah OK, pasangin kabel dari PS ke Motherboard (inget cuma MOBO doang), N pasangin deh perangkat2 input ato output.
4. Nyalain dech, N kaLo komputer nyala sampai masuk ke setting BIOS, so bisa dipastikan PS, MOBO, RAM, n Processor KGG DA MASALAH COY
5. Truyz, pasangin kabel2 dari PS ke harddisk, CD-ROM, n Floppy (kalo da) + pasangin kabel2 data buat ntu
6. Nyalain agi komP. N komp kamu dah bisa masuk sampe desktop, SO KOMPUTER KITA KGG KENAPA2

Cat*) - Tanda PS kgg jalan yaitu kipas di PS gak muter ketika udah dijumperin n dah dipasangin ma sumber listrik
- Tanda MOBO kgg jalan, kipas Processor kgg muter
- Tanda Processor kgg jalan, kipas Processor muter bentar tyuz mati lagi
- Tanda RAM kgg jalan, ada beep
- Tanda VGA kgg jalan, di monitor kgg da tampilan
- Tanda Harddisk kgg ke-detect, habis POST da tulisan disk boot failure
- Tanda CD-ROM kgg ke-detect, pas POST kgg da kata2 tentang CD-ROM, kgg pa2 se ma komp cuma kalo masukin cd ke CD-ROM kgg kebaca
- Tanda kalo penempatan jumper salah antara HD n CD-ROM, gejalanya sama ma HD yang kgg ke-detect cuma kalo udah disetting lagi HD jadi master N CD-ROM jadi Slave, komp jadi jalan agi

Nah itu dech tentang trouble shooting, eh ada satu agi, ne ma tentang ngkoneksi jaringan LAN pake HUB, yang Aq tahu gene ne:
1. Siapin dulu misal 4 PC, kabel UTP (ato apalah yang penting buat jaringan) + RJ-45 yang dipasang straight, hub, n buat komp jadi administrator ato user yang bertindak sebagai administrator
2. Masukkin Kabel2 ntu masing2 ke satu komputer N ke hub
3. Setting IP address-nya. Untuk masuk ke setting IP address klik control panel-Network Connection-klik kanan di jaringan yang aktif-status-klik properties-double klik di option yang paling bawah
4. Masukin IP Address (setiap komputer angka kedua dari terakhir harus sama, misal 192.168.3.1 terus 192.168.3.2, dst)
5. Klik Ok
6. Cancel tampilan network Connection
7. Periksa apakah satu komputer dengan yang lainnya bisa berhubungan dengan tidak dengan cara masuk ke command prompt (tekan pada keyboard windows+r, ketik run dan enter)
8. ketik ping (spasi) (IP address yang akan di check), lalu tekan enter
9. Jika ada tulisan reply from........... maka komputer2 itu sudah terhubung